The Story Behind #3

#Penasaran

Aku tak tau pria dihadapanku ini terbuat dari apa. Tak peduli dengan luka yang tengah membalut tubuhnya, Ia masih saja berusaha untuk melindungi Ibu kandung dari adiknya, Lee Yoo Bi, yang dipukuli oleh pria pemabuk yang tak ku ketahui siapa dia.

Song Joong Ki, adalah nama pria yang sejujurnya membuatku penasaran. Belum lama ini, pria itu terluka karena menyelamatkanku dan boneka kesayanganku yang terjatuh di tebing. Dan dengan tidak tau malunya, Aku menawarkan sebuah jam tangan mahal tanpa sebuah ucapan terima kasih. Tolong jangan salahkan Aku karena bersikap seperti itu. Aku, Moon Chae Won, adalah tipe wanita yang tak bisa mempercayai seseorang. Bagaimana mungkin, orang yang tak saling mengenal merelakan dirinya untuk menyelamatkan orang lain? Kecuali Ia punya maksud tertentu. Bukan salah diriku berpikir seperti itu kan?

Kembali pada pria itu, Ia mencoba menghajar pria pemabuk itu. Namun, bukannya sebuah ucapan terima kasih yang di dapatnya, justru sebuah pukulan yang dialamatkan si ibu di punggungnya. Ya Tuhan! Tidakkah pria itu merasakan kesakitan? Aku berjengit melihat pria itu meringis mendapati pukulan di punggungnya yang masih dibalut perban itu.

~oOo~

“Kau masih ingin melamun?” Suara seorang pria membangunkanku dari lamunanku tentangnya. Aku masih menatapnya. Aku benar-benar penasaran dengan pria yang masih berdiri di depan pintu mobil di sampingku ini. 

Kami sudah kembali lagi ke Seoul dengan adik pria ini tentunya. Ia berhasil membawa kembali sang adik dalam dekapannya. Satu pelajaran ku dapat hari ini. Keluargamu tetaplah keluargamu, meski Ia tak terlahir dari orangtua yang sama denganmu. Sebuah sindiran tajam untukku sebenarnya. Yang bahkan tak menghargai keluargaku sendiri.

Tiba-tiba saja Aku ingin semakin mengenal pria ini. Entah apa yang terjadi. Aku merasa, Pria ini seperti bawang yang memiliki begitu banyak lapisan. Dan Aku ingin tau berapa banyak lapisan pria ini hingga bisa kulihat dirinya yang sesungguhnya. Oh Tuhan! Ada apa dengan Moon Chae Won hingga bisa penasaran pada pria yang baru dikenalnya ini? Abaikan saja hal itu. Yang pasti, jika Aku sudah penasaran pada satu hal Aku akan akan melakukan apapun untuk mengetahuinya!

“Masih belum ingin turun? Masih ingin bersamaku, Nona?” Senyum satu garisnya muncul ke permukaan setelah mengatakan itu. Dasar narsis! 

Aku membalas dengan senyuman datar. Kuakui, meski hanya senyuman satu garis, tapi tetap saja senyumannya menawan. 

“Aku penasaran denganmu” ucapku jujur. Nampak wajahnya menyiratkan tanda tanya besar. Ku lanjutkan perkataanku tadi, “Siapa Kau sebenarnya? Apa Kau malaikat yang menjelma menjadi manusia? Apa Kau manusia suci yang akan berdosa jika membalas ketidakadilan padamu? Atau apa kau terlalu baik hingga membiarkan orang-orang salah paham padamu?” Ku lontarkan segala pertanyaan yang memenuhi ruang-ruang di otakku.

Song Joong Ki menyemburkan tawa yang membuatku terheran-heran. Pria ini bisa tertawa? Bukan hanya senyum satu garis? Well, satu tentangnya ku dapatkan. Pria ini bisa tertawa!

“Kau suka berkhayal atau suka menonton cerita fantasi? Malaikat? Makhluk suci? Yang benar saja! Di zaman seperti ini Kau masih berpikiran kolot seperti itu?” Wow Daebak! Pria ini juga bisa menyindir!

“Hanya saja Kau terlalu baik untuk ukuran manusia biasa” kesalku padanya karena sindirannya padaku barusan.

“Terlalu baik? Tak ada yang namanya terlalu baik. Semua hanya sifat dasar manusia. Yang ku lakukan juga hanya karena sifat kemanusiaan. Apa itu cukup memuaskanmu?” Balasnya padaku.

Aku hanya mengangguk. Sifat dasar manusia? Apa sifat dasarku memang seperti ini? Tiba-tiba Aku jadi malu mengingat sikap kasarku padanya beberapa waktu yang lalu.

“Sejujurnya…..” ucapnya melanjutkan. “Aku lebih penasaran padamu” ucapnya mendekat padaku. “Apa sifat aslimu memang seperti ini atau Kau hanya mengenakan topeng untuk menutupi sifatmu yang sebenarnya?” Lagi dan lagi tatapan dan senyum satu garisnya membuatku kepanasan sendiri.

Aku mengabaikan tatapannya dan segera keluar dari mobilnya itu. Hawa panas mulai menjalari tubuhku. 

“Karena kita sama-sama penasaran satu sama lain, bagaimana kalau kita mencari jawabannya bersama-sama?” Ucapannya menghentikan langkahku menaiki tangga menuju gerbang rumahku. Aku menatapnya heran.

“Karena hari ini begitu melelahkan dan tak cukup waktu untuk mengupas rasa penasaran akan diri kita masing -masing, bagaimana kalau kita bertemu kembali esok hari? Kurasa aku tak bisa tidur nyenyak jika masih penasaran tentangmu” Gombalannya cukup ampuh hingga membuatku tak berkutik.

“Dilihat dari tatapanmu, sepertinya Kau setuju dengan ideku. Baiklah, sampai jumpa esok hari. Dan semoga tidurmu nyenyak” ucapnya melambaikan tangannya dan tersenyum padaku lantas melajukan mobilnya meninggalkanku yang masih mematung di depan gerbang rumahku.

Pria aneh! Benar-benar membuatku penasaran!

~oOo~

Advertisements

One thought on “The Story Behind #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s